FUNGSI DAN PENGUKURAN GROUNDING UNTUK PERSIAPAN INSTALASI EQUIPMENT LABORATORY

  •  FUNGSI GROUNDING

    Fungsi Pengukuran Sistem Grounding adalah digunakan sebagai pengaman langsung terhadap peralatan dan manusia bila tejadinya gangguan tanah atau kebocoran arus akibat kegagalan isolasi dan tegangan berlebih pada peralatan jaringan distribusi. Pada Instalasi Alat kesehatan, khususnya di laboratorium, sistem grounding sangatlah berperan penting dan merupakan langkah awal, juga point penting sbelum melakukan instalasi, ini dikarenakan sistem grounding akan sangat berpengaruh terhadap laboratorium result, seperti contoh alat hematology analyzer yang sangat sensitif terhadap perubahan tegangan maupun kebocoran arus dan akan terjadi ketidakstabilan hasil ketika melakukan duplo sampel/pengulangan sampel, terutama di parameter PLT (Platetlet) atau yang biasa disebut Trombosit. Hal ini akan sangat menggangu dalam pelayanan di instalasi laboratorium RS karena User akan mengalami kebingungan untuk menentukan  hasil mana yang harus mereka validasi.




  • PENGUKURAN GROUNDING

 Pengukuran grounding biasa dapat dilakukan dengan menggunakan AVOMETER(Ampere,Volt,Ohm Meter) dengan langkah sebagai berikut :




Atur Knob Avometer diarahkan ke symbol AC kemudian, 
  • Positif/Line/Fasa ke Negatif/Netral akan memunculkan adanya angka standart listrik central sebesar 220Volt - 250Volt dari dalam atau dari luar UPS.
  • Positif/Line/Fasa ke Grounding Nilai yang muncul adalah sama yaitu 220V - 250Volt dari dalam atau luar UPS jika grounding central atau bangunan terpasang dengan baik dan benar.
  • Netral ke Grounding Nilai yang muncul harus menunjukan angka 0Volt atau tidak lebih dari 3Volt dari dalam atau luar UPS sebagai acuan standart kelayakan instalasi.




Komentar